EMERGENSI KEBIDANAN

Materi Kuliah 6, tanggal 27 Mei 2013

“FETOMATERNAL CLINICAL REVIEWS: PENANGANAN DISTOSIA BAHU”

Oleh Wisnu Prabowo, dr., Sp.OG (K)

+   DEFINISI

  • Tertahannya bahu depan di atas simpisis
  • Ketidakmampuan melahirkan bahu pada persalinan normal

+   INSIDENS

  • 1-2 per 1000 kelahiran
  • 16 per 1000 kelahiran bayi > 4000 gr

+   KOMPLIKASI

  • Bayi ·  Ibu

ü Kematian                                       ü  Perdarahan post partum

ü Asfiksia dan komplikasinya              ü  Ruptur uteri

ü  Fraktur klavikula, humerus

ü Kelumpuhan pleksus brakhialis

+   FAKTOR RESIKO (Faktor resiko terdapat pada < 50% kasus)

ü Kehamilan lewat waktu                     ü  Kelahiran lewat operasi

ü Obesitas pada ibu                             ü  Persalinan lama

ü Bayi makrosemia                              ü  Diabetes yang tidak terkontrol

ü Riwayat distosia bahu sebelumnya

+   DIAGNOSIS

  1. Kepala bayi melekat pada perineum ( ‘Turtle’ sign)
  2. Kala II persalinan yang memanjang
  3. Gagal untuk lahir walau dengan usaha maksimal dengan gerakan yang benar

+   PENANGANAN

  • Hindari 4 P : Panic, Pulling (pada kepala), Pushing (pada Fundus), Pivoting (Memutar kepala secara tajam, dengan kogsigis sebagai tumpuan)
  • A-L-A-R-M Mnemonic. yaitu

s   A       : Ask for help

s   L        : Lift

v Bokong

v Kaki (The Mc Roberts Manuver)

s   A       : Anterior disimpaction of shoulder

v Rotate to oblique

v Suprapubic pressur

s   R       : Rotation of the posterior shoulder

s   M      : Manual removel of posterior arm

  1. A à Ask for help

–     Ibunya disamping pasien

–     Suami/orang terdekat

–     Perawat

–     Dokter pengganti atau tim paramedis lainnya

  1. Lift à The Mc Roberts Manuver

Lifting the legs and bottocks

1)   Manuver Mc Robert

2)   Fleksikan paha ke arah abdomen

3)   Membutuhkan assisten

4)   70% kasus dapat diselesaikan oleh manuver ini

  1. Anterior disimpaction
  2. Suprapubic pressure (manuver masanti)
  • Tidak boleh menekan fundus
  • Penanganan abdomen: Penekanan suprapubic dengan ujung genggaman tangan pada pada bagian belakang bahu depan untuk membebaskanya
  • Gambar:
  1. Manuver Rubin
  • Pemeriksaan vagina : Adduksi bahu depan dengan menekan bagian belakang bahu (bahu didorong kearah dada
  • Pikirkan tindakan episiotomi
  • Tidak boleh menekan fundus
  • Gambar:
  1. RàRotation of the posterior shoulder

1)   Langkah I

v Penekanan pada bagian bahu belakang

v Bisa di kombinasi dengan anterior disimpaction manouvers

v Tidak boleh menekan fundus

2)   Langkah II

ü Woods Screw Manouvre

ü Bisa dilakukan bersamaan dengan anterior disimpaction

3)   Langkah III

ü Bisa diulang jika proses persalinan tidak tercapai pada langkah 1 & 2

4)   Langkah IV

 

LANGKAH I         LANGKAH II        LANGKAH III       LANGKAH IV

  1. M à Manual removel of posterior arm

1)   Fleksikan tangan pada siku

2)   Menekan fosa antecubital untuk memfleksikan tang

3)   Usapkan tangan sepanjang dada

4)   Raih lengan depan atau jari jari tangan

5)   Keluarkan tangan

+   EPISIOTOMI

  • Dapat membantu manuver Wood atau memberi ruang untuk mengeluarkan pergelangan tangan belakang
  • Memutar lutut dan dada : memudahkan menggapai bahu belakang

+   TINDAKAN AKHIR

1)   Fraktur klavikula

2)   Chepalic replacement (Zavanelli maneuver)

3)   Symhysiotomy histerotomy

+   SETELAH SELESAI TINDAKAN

  1. Antisipasi HPP
  2. Eksplorasi laserasi dan trauma
  3. Pemeriksaan fisik bayi untuk melihat adanya perlukaan
  4. Menjelaskan proses persalinan dan manuver yang dilakukan
  5. Catat tindakan yang dilakukan

+   KESIMPULAN

  1. Antisipasi dan persiapan

Kebanyakan kasus tidak dapat diprediksi

  1. Selalu ingat dengan ‘ALARMER’
  2. Tetap tenang, tidak panik, menarik, medorong atau memutar

Oleh : Les Privat Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *