ckrai0qumaajqldORANGTUA akan lebih mudah mengarahkan pendidikan maupun kegiatan anak jika telah diketahui bakat serta minatnya. Karena itu, penting melakukannya sejak dini.

 

Pendidikan merupakan bagian terpenting untuk kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu, setiap warga negara, khusunya orangtua, harus menyadari arti pentingnya pendidikan bagi seorang anak.

 

Fredrikson Horo, pemerhati pendidikan dari Komunitas Sahabat Anak, mengatakan bahwa ketika anak berusia empat tahun, orangtua harus sudah mengetahui minat dan bakat anaknya. Bagaimana cara mengenali bakat dan minat anak?

 

Avicenna Education (Les Privat Surabaya) akan mengulas sedikit berkenaan dengan bagaimana cara mengenali bakat dan minat seorang anak sejak usia dini yang perlu diketahui oleh para orangtua:

 

Observasi

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengenali bakat anak adalah dengan melakukan oberservasi mendalam. Dalam hal ini orangtua harus membedakan terlebih dahulu minat dan bakat. Menurut psikolog Ratih Ibrahim, bakat adalah hal-hal yang menonjol dalam diri anak.  Sementara minat pada dasarnya bisa dikondisikan. Terkait dengan suka atau tidak suka anak pada suatu hal.

Ia juga menjelaskan, bakat pada dasarnya terbagi dua. Ada bakat yang terlihat, ada pula bakat terpendam atau belum muncul. Bakat yang telihat biasanya disebut sebagai potensi

Untuk mengetahui bakat anak, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, mengamati. Kedua, anak dipaparkan dengan berbagai kegiatan yang terlihat pada perilaku. Ketiga, melihat minat dimana dalam hal ini orangtua sebaiknya tak terlalu memaksakan kehendak.

Lingkungan Turut Mendukung

Pemerhati anak, Seto Mulyadi juga mengatakan bahwa perpaduan antara faktor genetik dan lingkungan memiliki pengaruh yang begitu besar terhadap perkembangan bakat anak.

Menurutnya, bakat yang diturunkan secara genetik belum tentu berkembang jika lingkungan anak tidak kondusif. Ia mengatakan bahwa lingkungan anak haruslah mendukung potensi anak sepenuhnya .

“Contohnya seperti anak-anak Ahmad Dhani. Ketiganya memiliki bakat dalam bermusik yang diturunkan oleh sang ayah yang merupakan musisi dan pencipta lagu. Lingkungan tempat tumbuh anak-anaknya juga mendukung mereka dalam mengembangkan bakat bermusik karena mereka sejak kecil terbiasa dengan alat-alat musik dan sebagainya,” ucap pria yang biasa disapa dengan panggilan Kak Seto ini.

Kak Seto menambahkan bahwa faktor gizi, terutama ASI juga sama pentingnya dalam hal mengembangkan dan membantu menstimulasi otak sedari dini. Gizi dan nutrisi lainnya yaitu zat besi, kalsium, vitamin dan sebagainya.

Ia juga menjelaskan, anak ibarat bibit unggul yang tidak diketahui akan menjadi pohon atau tanaman apa. Yang terpenting adalah tanahnya. Jika tanahnya bagus dan subur, maka bibit tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pula.

 

Periode penting

Anak usia 1-5 tahun merupakan priode transisi dari makanan bayi ke makanan orang dewasa, kebutuhan nutrisi pada bayi meningkat. Peningkatan kebutuhan nutrisi pada masa ini disebabkan anak pada usia 1-5 tahun merupakan kelompok anak usia bermain, mulai turun ketanah dan berkenalan dengan berbagai kondisi sehingga memungkin kan terjadinya resiko infeksi dan berbagai penyakit sehingga meningkatkan kebutuhan nutrisi. Masa golden age dimana anak mengalami ledakan terbesar dalam perkembangan otak dan hubungan antar sel. Kebutuhan zat gizi, energi dan protein yang kurang pada masa ini akan berdampak perkembangan otak dan susunan syaraf terhambat.

Masa anak usia dini merupakan suatu periode yang sangat peka terhadap lingkungan dan masa ini berlangsung sangat pendek. Periode ini disebut masa keemasan (the golden period) dan masa kritis (critical period). Masa ini merupakan masa peka, sensitif, masa pertumbuhan dan perkembangan yang cepat dan penting dan memerlukan zat gizi yang cukup baik kualitas maupun kuantitasnya. Apabila pada masa ini anak mendapat stimulus yang tepat, gizi yang baik menjadi modal penting bagi pertumbuhan dan perkembangannya di kemudian hari. Kira-kira 50%  pertumbuhan otak terjadi pada tahun pertama kehidupan, 20% terjadi pada tahun ke dua. Apabila pada periode tersebut mengalami gangguan dan kekurangan zat gizi akan mendapatkan dampak yang serius. Proses pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini dipengaruhi tiga pilar utama yaitu Pemeliharaan kesehatan gizi dan stimulasi psikososial. Anak harus di besarkan dalam lingkungan dan rumah yang sehat, mendapat peleyanan kesehatan dasar (imunisasi), mendapatkan gizi yang cukup dan seimbang.

Pendidikan dan kesehatan merupakan hal yang penting bagi anak usia dini baik untuk pertumbuhan dan perkembangan nya. Anak usia dini yang mendapat pola pengasuhan, asupan gizi yang cukup, lingkungan yang sehat, pelayanan kesehatan dasar serta mendapat stimulasi tumbuh kembang yang tepat serta optimal sesuai potensi anak, anak usia dini akan dapat tumbuh dan kembang dengan baik dan sehat.

Perkembangan merupakan bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses difrensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya, termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan nya. Pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ/individu. Walaupun demekian, kedua peristiwa itu terjadi secara sinkron pada setiap individu.

 

Amati tipe kecerdasan pada anak

Kecerdasan seorang anak tidak hanya diukur melalui ukuran IQ (Intelligence Quotient). Setiap anak memiliki kecerdasan yang majemuk, yakin kecerdasan intelektual (IQ) maupun kecerdasaan emosional (Emotional Quotient/EQ).

 

Ada beberapa kecerdasan pada anak yang harus orangtua ketahui. Di antaranya adalah kecerdasan musikal. Kecerdasan ini ditunjukkan saat seorang anak dengan mudah mengikuti dan mengingat lagu. Cara melatihnya adalah dengan mendengarkan musik dan bernyanyi.

 

Kedua, kecerdasan intrapersonal. Kecerdasan ini berkaitan dengan daya tahan untuk tidak mudah down, gigih berusaha, dan tidak minder. Ketiga, kecerdasan visual spasial, yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan memahami pandangan ruang. Dalam kecerdasan ini, anak mampu membedakan posisi, letak, serta membayangkan ruang di kanan, kiri, atas, bawah, depan, belakang, dan samping.

 

Keempat, kecerdasan Interpersonal (sosial), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan anak beradaptasi, bekerjasama, berelasi dengan lingkungan teman sebaya, dan orang di sekitarnya. Terakhir, kecerdasan kinestetik tubuh. Seorang anak memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan yang melibatkan tubuh. Misalnya, gerakan tubuh saat berdoa, menggambar, melompat, belari, dan olahraga yang menggerakkan tubuh, seperti menari, bersenam ,dan sebagainya.

 

Mendeteksi Minat dan Bakat Anak Dengan Sidik Jari

Analisa Sidik Jari adalah sebuah metode untuk mengetahui potensi genetik seseorang yang mencangkup 9 kecerdasan majemuk, gaya belajar, gaya bekerja, karakter bawaan dan lain sebagainya. Dengan mengenal potensi diri, berarti akan lebih meningkatkan potensi untuk mencapai kesuksesan dalam hidup serta memahami diri dan orang lain secara lebih baik. Sidik Jari memiliki potensi yang luar biasa untuk mengidentifikasi manusia dan ini sudah disebutkan 15 abad yang lalu dalam Al Quran sebagai mana ayat berikut ini : “Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) UJUNG JARI-JARINYA dengan sempurna.” (Al Qur’an, Al Qiyamah (75) :3-4). Does man think that We will not assemble his bones? Yes. [We are] Able [even] to proportion his FINGERTIPS. (Al Qur’an, Al Qiyamah (75) :3-4).

 

Dan saat ini -dengan riset yang terus menerus dilakukan- sidik jari juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui atau memetakan jenis kecerdasan/bakat seseorang, gaya belajar hingga personaliti atau karakter bawaan. Metode ini dinamakan “Tes Analisa Bakat Sidik Jari” atau “Tes Kecerdasan Majemuk” atau diluar negeri dikenal dengan istilah “Dermatoglyphics Multiple Intelligence Test (DMIT)“. Analisa sidik jari adalah metode terkini yang berbasis teknologi untuk menganalisa bakat yang dimiliki seseorang baik anak-anak hingga orang dewasa. Dengan mengetahui bakat seseorang, maka bisa dikembang potensi-potensi untuk meraih kesuksesan hidup secara lebih efektif dan efisien karena bisa diketahui gaya belajar, kepribadian yang melekat dan profesi yang cocok.

 

Dan jaman sekarang para orang tua sudah mulai mengenal teknologi analisa bakat melalui metode ini,sehingga kita sebagai oraang tua bisa mendeteksi minat dan bakat si kecil sejak dini.

 

Libatkan hobi

Orangtua tidak diperbolehkan menjadi seorang yang egois dengan apapun yang disukai oleh anaknya. Belajarlah untuk saling berbagi kesenangan dengan anak. Salah satunya dengan cara menghargai hobi yang dipilih si anak. Dari situ bisa diketahui minat dan hobi anak ke depannya.

 

Demikian Les Privat Surabaya membagikan artikel bagi para orang tua bijak,semoga artikel ini bisa bermafaat bagi kita selaku orang tua dalam mengasuh buah hati.

Terimakasih…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *