Membaca merupakan aktivitas yang mempunyai banyak manfaat. Selain menambah wawasan serta informasi, membaca juga bisa bermanfaat bagi otak dan tubuh manusia. Beberapa studi dan percobaan telah dilakukan oleh para ahli tentang hal tersebut. Berikut ulasan mengenai manfaat membaca bagi otak dan tubuh manusia.
 
1. Memberi kekuatan bagi memori
Menurut Key Pugh, PhD, presiden dan direktur penelitian Haskins Laboratories kepada majalah Oprah, dibandingkan menonton televisi atau mendengarkan radio, membaca dapat memberikan pelatihan yang berbeda. Baik ketika memahami halaman per halaman atau hanya membaca intruksi manual mesin pembuat kopi. Bagian otak telah mengembangkan fungsi lain seperti kemampuan imajinasi, bahasa dan pembelajaran asosiatif, semua terhubung dalam sirkuit saraf tertentu ketika membaca. Key Pugh pun berkesimpulan jika kebiasaan membaca dapat memacu otak dalam berpikir dan berkonsentrasi.
 
2. Menghilangkan stress

Penelitian di Inggris belum lama ini, peserta diberikan waktu beberapa menit untuk aktivitas merangsang kecemasan. Ada yang membaca, mendengarkan musik dan bermain video games. Setelah diketahui hasilnya, teryata peserta yang membaca mengurangi 67% tingkat streesnya. Angka tersebut sangat signifikan dibandingkan yang melakukan kegiatan lain.
 
3. Menjaga organ otak agar tetap aktif dan tajam

Seperti dilasir majalah Prevention, aktivitas yang melibatkan latihan otak membuat otak lebih efisien mengubah struktur untuk terus berfungsi dengan baik, terlepas dari hal-hal neuropatologi yang berkaitan dengan usia, kata Robert S. Wilson, PhD, profesor neuropsikologi di Rush University Medical Center. Beliau menambahkan, menjadikan membaca buku sebagai hobi dari usia anak-anak hingga usia tua, bermanfaat besar untuk kesehatan otak di usia tua nantinya.
 
4. Menangkal penyakit Alzheimer atau kepikunan

Menurut wikipedia, empati termasuk kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasa simpatik dan mencoba menyelesaikan masalah, dan mengambil perspektif orang lain.
Kemampuan ini dapat diasah dengan banyak membaca. Membaca karya Charles Dickens, misalnya. Kita bisa merasakan betapa sulitnya kehidupan seorang Oliver Twist sebelum bertemu seorang lelaki tua yang biasa dipanggil Pak Brownlow.
Reymond Mar, seorang psikolog dari York University, mendukung premis bahwa membaca bisa membuat orang lebih berempati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *