A. Level dan Pola Segmentasi Pasar

pasar

Titik awal pembahasan segmentasi adalah pemasaran massal.  Dalam pemasaran massal, penjual menjalankan produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal atas produk tertentu bagi semua pembeli.  Argument bagi pemasaran massal adalah ia menciptakan potensi pasar yang terbesar, yang akan menghasilkan biaya yang lebih rendah, yang pada gilirannya dapat menghasilkan harga lebih rendah atau marjin lebih tinggi.  Namun, banyak kritik yang menunjuk pada kenyataan bahwa pasar itu sebenarnya terpecah-pecah, sehingga pemasaran massal lebih sulit dilaksanakan.  Peningkatan jumlah media iklan dan saluran distribusi menyebabkan lebih sulit dan lebih mahal menjangkau khalayak massal.  Ada yang mengklaim bahwa pemasaran massal sedang sekarat.  Tidak mengejutkan, banyak perusahaan yang beralih ke pemasaran mikro pada satu dari 4 level berikut : pemasaran segmen, pemasaran relung, pemasaran wilayah setempat, dan pemasaran individual.

Pemasaran Segmen

Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama.  Pemasar tidak menciptakan segmen.  Tugas pemasar adalah mengidentifikasi segmen dan memutuskan mana yang dibidik.  Pemasaran segmen memberikan beberapa manfaat besar dibandingkan pemasaran massal.  Perusahaan dapat merancang, menetapkan harga, menyingkapkan, dan menyerahkan produk atau jasa secara lebih baik untuk memuaskan pasar sasaran.  Perusahaan juga dapat membuat program dan kegiatan pemasaran untuk mencerminkan pemasaran pesaing.

 

Pemasaran Relung

Relung (niche) kalau didefinisikan adalah krlompok pelanggan yang mencari bauran manfaat yang terbedakan (distinctive).  Pemasar biasanya mengidentifikasi ralung dengan membagi-bagi segmen tertentu menjadi subsegmen.  Relung memiliki cirri-ciri sbb : pelanggan di relung memiliki kebutuhan yang benar-benar berbeda, bersedia membayar harga tambahan kepada perusahaan yang paling memuaskan kebutuhan mereka. Segmen biasanya cikup besar, sedangkan relung cukup kecil.

Pemasaran Lokal

Pemasaran bersasarkan menghasilkan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan kelompok pelanggan lokal ( wilayah perdagangan, lingkungan sekitar bahkan took tertentu ).  Pemasaran lokal mencerminkan tren pertumbuhan yang disebut pemasaran akar rumput.  Aktifitas pemasaran berkonsentrasi pada usaha menjadi serelevan mungkin dengan pelanggan individual.

Sebagian besar pemasaran akar rumput setempat adalah pemasaran percobaan yang mempromosikan satu produk atau jasa.  Bukan sekedar mengkomunikasikan fitur dan manfaatnya, melainkan juga menghubungkannya dengan pengalaman yang unik dan menarik.

Kustomerisasi

Tingkat segmentasi tertinggi mengarah ke ” segmen tunggal “, pemasaran sesuai kebutuhan satu pelanggan (customized marketing ) atau ” pemasaran satu lawan satu “. Saat ini pelanggan lebih banyak berinisiatif sendiri dalam menentukan apa dan bagaimana melakukan pembelian.

B. Segmentasi Pasar Konsumen

Dua  kelompok  variable  digunakan  secara  luas  untuk  melakukan  segmentasi  pasar  konsumsi.  Beberapa  periset  berusaha  membentuk  segmen  dengan  mengamati  cirri-ciri  konsumen,  sseperti  cirri  geografis,  demografis,  dan  psikografis.  Kemudian  mereka  memeriksa  apakah  segmen-segmen  konsumen  itu  menunjukkan  kebutuhan  atau  tanggapan  produk  yang  berbeda.  Sedangkan  para  periset  lain  berusaha  membentuk  segmen  dengan  memeerhatikan  tanggapan  konsumen  terhadap  manfaat  yang dicari,  waktu  penggunaan,  atau  merek.  Setelah  segmen  terbentuk,  periset  melihat  apakah  cirri-ciri  konsumen  yang  berbeda  itu  berhubungan  dengan  masing-masing  segmen  tanggapan  tersebut.

Segmentasi Geografis

Segmentasi  geografi  mengharuskan  pembagian  pasar  menjadi  unit-unit  geografisyang  berbeda,  seperti  Negara  bagian,  wilayah,  propinsi,  kota,  atau  lingkungan  rumah  tangga.  Perusahaan  dapat  memutuskan  memutuskan  untuk  beroperasi  dalam  satu  atau  sedikit  wilayah  geogarafis  atau beroperasi  dalam  suatau  wilayah,  tetapi  memberikan  perhatian  pada  perbedaan  local.  Lama  –  kelamaan  pemasaran  regional  semakin  berarti  melakukan  pemasaran  kepada  suatu  kode  wilayah  tertentu.  Banyak  perusahaan  meggunakan  perangkat  lunak pemetaan  untuk menunjukkan  lokasi geografis  pelanggan  mereka.

Beberapa  pendekatan  menggabungkan  data  geografis  dengan  data  demografis  untuk  menghasilkan  uraian  yang  lebih  kaya  tentang  konsumen  dan  lingkungannya.  Claritas  Inc.telah  menyusun  pendekatan  geoclustering  yang  dinamakan  PRIZM ( Potential  Rating  Index  by  Zip  Market ).  Berikut  adalah  empat  kelompok /  cluster  PRIZM  yang  baru  :

  • Young  Digerati.  Kelompok  rumah  tangga  dengan  pasangan  atau  tanpa  pasangan  alias  tunggal,  kebanyakan  memiliki  anak,  yang  memutuskan  tinggal  di  pusat-pusat  kota  dan  tidak  mau  berpindah  ke  pinggiran.
  • Beltway  Boomers.  Kelompok  yang  sekarang  berusia  sekitar  empat  puluh  dan  lima  puluh  tahun,  memiliki  rumah  kelas  menengah  atas,  berpendidikan  perguruan  tinggi,  terlambat  menikah,  dan  masih  membesarkan  anak.
  • The  Cosmopolitans.  Penyesuaian  terus-menerus  dari  kota-kota  di  AS  telah  menghasilkan  munculnya  segmen  ini,  rumah  tangga  ini  bercirikan  pemilik  rumah  tua,  penghuni  rumah  orang  tua  yang  kosong,  dan  tamatan  perguruan  tinggi  yang  menikmati  gaya  hidup  yang  sangat  santai.
  • Old  Milltowns.  Persis  seperti kota  pabrik  Amerika  yang  pernah  berkembang  pesat  menjadi  tua,  begitu  jugapara  penghuninya.   Mencerminkan  kemerosotan  dari  masyarakat  industri  yang  dulunya kecil,  yang  sekarang  penuh  dengan  pensiunan  yang  tinggal  tenang  dengan  pendapatan  tetap.  Penghuni  yang  berpusat  di  rumah  ini  membentuk  satu  segmen  puncak  yang  menikmati  televisi  di  siang  hari.

Segmentasi Demografis

Dalam  segmentasi  demografis,  pasar  dibagi  menjadi  kelompok-kelompok  berdasarkan  variabel  seperti  usia,  ukuran  keluarga,  siklus  hidup  keluarga,  jenis  kelamin,  penghasilan  pekerjaan,  pendidikan,  agama,  ras,  generasi,  kewarganegaraan,  dan  kelas  social.  Variabel-variabel  demografis  merupakan  dasar  yang  paling  popular  untuk  membedakan  kelompok-kelompok  pelanggan.  Salah  satu  alasannya  adalah  keingina,  preferensi,  dan  tingkat  pemakaian  konsumen  sering  sangat  berhubungan  dengan  variabel-variabel  demografis. Berikut  adalah  cara  menggunakan  variabel  demografis  tertentu  untuk  melakukan  segmentasi  pasar   :

  • Usia  dan  tahap  siklus  hidup.  Keinginan  dan  kemampuan  konsumen  berubah  sejalan  dngan  usia.  Namun,  usia  dan  siklus  hidup  dapat  menjadi  variabel  yang  membingungkan.  Dalam  beberapa  kasus,  pasar  sasaran  untuk  produk  bisa  menjadi  muda  secara  psikolog.
  • Tahap  Hidup.  Menentukan  persoalan  utama,  seperti  mau  bercerai,  mau  menikah  lagi,  merawat  orang  tua  yang  sudah  berumur, memutuskan  hidup  bersama  seseorang.  Tahap  hidup  itu  menyajikan  peluang-peluang  bagi  pemasar  yang  dapat  membantu  orang  menghadapi  persoalan-persoalan  utama  mereka.
  • Jenis  Kelamin.  Pria  dan  wanita  cenderung  memiliki  orientasi  sikap  dan  perilaku  yang  berbeda,  sebagian  didasarkan  pada  unsur  genetik  dan  sebagian  pada  praktik  sosialisasi.  Wanita  cenderung  memerhatikan  kebersamaan  dan  pria  cenderung  mengambil  mengambil  lebih  banyak  data  di  lingkungan  dekat  mereka.
  • Penghasilan.  Segmentasi  menurut  penghasilan  merupakan  praktik  lain  yang  bertahan  lama  dalam  jenis-jenis  barang  dan  jasa,  seperti  otomotif,  perahu,  pakaian,kosmetik,  dan  perjalanan.  Namun,  penghasilan  tidak  selalu  menjadi  peramal  pelanggan  terbaik  bagi  produk  tertentu.
  • Generasi.  Setiap  generasi  sangat  dipengaruhi  oleh  lingkungan  tempat  ia  dibesarkan.
  • Kelas  SosialKelas  sosial  memiliki  pengaruh  kuat  terhadap  preferensi  seseorang  atas  mobil,  pakaian,  perabotan  rumah,dll.  Banyak  pengusaha  merancang  produk  dan  jasa  bagi  kelas  sosial  tertentu.  Selera  kelas sosial  dapat  berubah  seiring  dengan  berjalannya  waktu.

 

Segmentasi Psikologi

Psikologi  adalah  ilmu  yang  menggunakan  psikolog  dan  demografik  untuk  lebih  memahami  konsumen.  Dalam segmen  psikografis,  para  pembeli  dibagi  menjadi  kelompok  yang  berbeda  berbeda  berdasarkan  gaya  hidup  atau  kepribadian  atau  nilai.

  1. kecenderungan  utama  dari  4  kelompok  dengan  sumber  daya  lebih  tinggi  adalah  sebagai  berikut  :
    • Inovator  –  orang  yang  sukses,  canggih,  aktif,  dan  bertanggung  jawab  dengan  harga  diri  yang  tinggi.  Pembelian  sering  mencerminkan  selera  tinggi  terhadap  produk  dan  jasa,  serta  berorientasi  pada  skala  yang  relatif  tinggi.
    • Pemikir  –  orang  yang  matang,  puas,  yang  terinovasi  oleh  cita-cita  dan  tata  nilai,  pengetahuan,  dan  tanggung  jawab.  Suka  dengan  poduk  yang  tahan  lama,  berfungsi  baik,  dan  bernilai.
    • Pengejar  Prestasi  –  orang  sukses  yang  berorientasi  tujuan  yang  berfokus  pada  karier  dan  keluarga.  Senang  dengan  produk-produk  premium  yang  menunjukkan  keberhasilan  kepada  rekan  mereka.
    • Pengejar  Pengalaman  –  orang  yang  bersemangat,  bergairah,   dan  muda  yang  mencari  kegembiraan.  Mengeluarkan  pendapat  cukup  besar  pada  mode,  hiburan,  dan  sosialisasi.
  2. kecenderungan  utama  4  kelompok  dengan  sumber  daya  yang  sedikit  adalah  sebagai  berikut  :
  • Pemercaya  atau  yang  menggagap  segalanya  sudah  baik  atau  benar  –  mereka  menyukap  produk-produk  yang  banyak  dikenal  dan  setia  pada  merek  yang  telah  mapan.
  • Penyaing  –  orangnya  trendi  dan  senang  kegembiraan  yang dibatasi  oleh  sumber  daya.  Mereka  menyukai  produk  bergaya  yang  meniru  pembelian  orang-orang  yang  lebih makmur.
  • Pembuat  –  orangnya  praktis,  tidak  sombong,  mencukupi  diri  sendiri  dan  suka  bekerja  dengan  tangan  mereka.  Mereka  menyukai  produk  buatan  amerika  yang  mempunyai  fungsi  dan  tujuan  tertentu.
  • Pejuang  –  orang  yang  sudah  lanjut  usia,  pensiun,  pasif,   penuh  perhatian  terhadap  perubahan.  Mereka  royal  pada  merek  favorit.

 

Segmen Perilaku

  1. Peran  Perilaku  –  orang  biasanya  memainkan  5  peran  dalam  keputusan  membeli  :  pencetus,  pemberi  pengaruh,  pengambil  keputusan,  pembeli  dan  pengguna.
  2. Variabel  Perilaku  –  banyak  pemasaran  yakni  bahwa  variabel  perilaku  :  kejadian,  manfaat,  status  pemakai,  tingkat  pemakaian,  status  kesetiaan,  tahap  kesiapan  pembeli,  dan  sikap  merupakan  titik  awal  terbaik  dalam  membentuk  segmen  pasar.
  3. Model  Konversi  –  model  konvensi  telah  dikembangkan  untuk  mengukur  kekuatan  komitmrn  psikologis  antara  merek  dan  konsumen  serta  keterbukaan  mereka  terhadap  perubahan.  Untuk  menentukan  kemudahan  konsumen  yang  dialihkan  ke  pilihan  lain,  model  itu  menilai  komitmen  berbasis  faktor  seperti  sikap  dan  kepuasan  konsumen  terhadap  pilihan  merek  yang  sekarang  ada  dalam  1  kategori  dan  pentingnya putusan  untuk  menyeleksi  keputusan  1  merek  dalam  kategori.

 pasar takjil

 

C. Dasar Segmentasi Pasar Bisnis

Pasar bisnis dapat disegmentasi dengan menggunakan beberapa variabel yang digunakan dalam segmentasi pasar konsumen, seperti geografi, manfaat yang dicari, dan tingkat pemakaian. Namun, pemasar bisnis juga dapat menggunakan beberapa variabel lain.Bonoma dan Shapiro mengusulkan segmentasi pasar bisnis dengan menggunakan variabel, seperti demografis, variabel operasi, pendekatan pembeli, faktor situasi, karekteristik pribadi.

Pemasaran Kepada Perusahaan Kecil

Perusahaan-perusahaan kecil pada khususnya telah menjadi Holy Grail ( sesuatu yang sangat diupayakan, tetapi tidak terwujud ) bagi pemasar bisnis.

Dua contoh cara memusatkan perhatian pada bisnis kecil, sebagai berikut :

1.BB&T

   BB&T Corporation yang bermarkas di Winston-Salem, North Carolina, memposisikan diri sebagai bank lokal yang kuat dengan pendekatan datang ke rumah. Dia meluncurkan kampanye iklan bisnis ke bisnis ( B2B ) yang melukiskan berbagai perusahaan di Carolina Beserta pemilik mereka. Masing-masing wirausahawan itu merupakan pelanggan bisnis kecil BB&T dan iklan tersebut memperbesarkan komitmen bank terhadap perusahaan kecil.

2.PENN NATIONAL INSURANCE

   Dengan 82 persen bisnis komersialnya yang berasal dari bisnis-bisnis kecil, Penn National insurance memutuskan perlunya mengidentifikasi kelas-kelas bisnis berbeda yang menawarkan peluang laba paling besar. Bekerja dengan basis data asuransi komersial, perusahaan mampu mengkategorisasi informasi-informasi penting tersebut sebagai paparan data, informasi pertumbuhan, pekerjaan berdasarkan klasifikasi bisnis, ukuran, dan lokasi.Lebih dari mempermudah agen untuk menunjukkan dengan tepat para calon, skema segmentasi juga membantu Penn National mendiversifikasi konsentrasinya lebih jauh dalam bisnis konstruksi.

 

 

Segmentasi Berdasarkan Urutan

Pemasaran bisnis umumnya mengidentifikasi segmen melalui proses segmentasi yang berurutan.

Pembelian bisnis mungkin mencari kumpulan manfaat yang berbeda-beda berdasarkan tahap yang mereka lalui dalam proses keputusan pembelian, antara lain :

  1. Calon pertama kali

Para pelanggan yang belum pernah melakukan pembelian, mereka ingin membeli dari wiraniaga atau pemasok yang memahami bisnis mereka yang menjelaskan segala sesuatu dengan baik dan dapat mereka percaya.

  1. Pemula

Para pelanggan yang memulai hubungan pembelian, mereka menginginkan petunjuk yang mudah dibaca, hotlina, pelatihan tingkat tinggi, dan wiraniaga yang terampil.

  1. Berpengalaman

Para pelanggan mapan yang menginginkan kecepata dalam perawatan dan perbaikan, pembuatan produk berdasarkan pesanan, dan bantuan teknis yang handal.

Satu skema segmentasi yang dikemukakan mengklasifikasi pembeli bisnis menjadi tiga kelompok, yang masing-masing menjanjikan tipe penjualan yang berbada, sebagai berikut :

  1. Pelanggan yang berorientasi harga ( penjualan transaksional )

Mereka menginginkan nilai melalui harga yang paling rendah

  1. Pelanggan yang berorientasi solusi ( penjualan konsultatif )

Mereka menginginkan nilai melalui lebih banyak manfaat dan nasihat

  1. Pelanggan nilai stratejik ( penjualan enterprise )

Mereka menginginkan nilai melalui pemasok yang melakukan investasi bersama dan berpartisipasi dalam bisnis pelanggan.

D. Penetapan Pasar Sasaran

Setelah perusahaan mengidentifikasi peluang-peluang segmen pasarnya, perusahaan harus mengevaluasi beragam segmen dan memutuskan berapa banyak dan segmen mana yang akan dibidik.Pemasaran semakin menggabungkan beberapa variabel dalam upaya mengidentifikasi kelompok sasaran lebih kecil yang terdefinisikan dengan lebih baik.

Tujuh Langkah pendekatan yang dikemukakan oleh Roger Best :

1)    Segmentasi berdasarkan kebutuhan

Kelompok pelanggan ke dalam segmen-segmen berdasarkan manfaat dan kebutuhan yang sama yang dicari oleh pelanggan dalam menyelesaikan masalah konsumsi tertentu.

2)    Identifikasi segmen

Untuk masing-masing segmen yang berdasarkan kebutuhan, tentukan demografi, gaya hidup, dan perilaku penggunaan yang membuat segmen itu khas dan teridentifikasi ( dapat dilaksanakan ).

3)    Daya tarik segmen

Dengan menggunakan kriteria daya tarik segmen yang sudah ditetapkan sebelumnya,seperti pertumbuhan pasar, intensitas persaingan, dan akses pasar ), tentukan keseluruhan daya tarik masing-masing segmen.

4)    Profitabilitas segmen

Tentukan profitabilitas segmen.

5)    Penetapan posisi segmen

Untuk masing-masing segmen, ciptakan strategi penetapan “proposisi nilai” dan strategi penetapan posisi produk-harga berdasarkan karakteristik dan kebutuhan unik pelanggan.

6)    ”Uji fungsi” segmen

Ciptakan “bentangan riwayat segmen”untuk menguji daya tarik strategi penetapan posisi masing-masing segmen.

7)    Strategi bauran-produk

Perluasan strategi penetapan posisi segmen agar mencakup semua aspek bauran pemasaran: produk, harga, promosi, dan tempat.

Kriteria Segmentasi yang Efektif

Tidak semua skema segmentasi bermanfaat, agar dapat berguna segmen-segmen pasar haruslah menilai berdasarkan lima kriteria utama, antara lain :

a)    Dapat diukur

Ukuran, daya beli, dan profil segmen dapat diukur.

b)    Besar

Segmen cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani. Segmen tersebut harus merupakan kelompok homogen terbesar yang paling mungkin, yang berharga sehingga memungkinkan diraih dengan program pemasaran yang dirancang khusus.

c)    Dapat Diakses

Segmen dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.

d)    Dapat dibedakan

Segmen-segmen secara konseptual dapat dipisah-pisahkan dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap unsur dan program bauran pemasaran yang berbeda.

e)    Dapat dilaksanakan

Program-program yang efektif dapat dirumuskan untuk menarik dan melayani segmen-segmen tersebut

Mengevaluasi dan Memilih Segmen Pasar

Dalam mengevaluasi segmen yang berbeda, perusahaan harus juga memperhatikan dua factor, yakni

  1. daya tarik segmen secara keseluruhan
  2. tujun dansumberbaya perusahaan

Setelah mengevaluasi segmen-segmen yang berbeda, perusahaan dapat mempertimbangkan lima pola pemilihan pasar sasaran, antara lain :

  1. Kosentrasi Segman Tunggal

Volkswagen berkonsentrasi pada pasar mobil kecil dan Porsche pada pasar mobil sport. Melalui pemasaran berkonsentrasi preusan mendapatkan pengetahuan yang kuat tentang kebutuhan segmen dan meraih posisi pasar yang kuat di segmen tersebut. Jika ia menjadi pemimpin di segmen tersebut, preusan dapat menghasilkan tingkat pengembalian investasi yang tinggi akan tetapi ada resikonya, segmen pasar tertentu dapat menjadi pahit atau seorang pesaing bisa menyerobot segmen itu. Ketika pendapatan merosot tajam  karena alasan ini, banyak preusan lebih suka beroperasi dalam lebih dari satu segmen. Perusahaan dapat mencobaberoperasi dalam supersegmen dan bukannya dalam segmen yang terisolasi. Supersegmen adalah separangkat segmen yang terbagi beberapa keserupaan yang dapat dieksploitasi.

  1. Spesialisasi Selektif

Perusahaan memilih sejumlah segmen secara obyektif, masing-masing segmen menarik dan memadai. Strategi cakupan segmen ganda itu memiliki keunggulan berupa pendiversifikasian resiko perusahaan

  1. Spesialisasi Produk

Perusahaan menghasilkan produk tertentu yang dijualnya kebeberapa segmen.

  1. Spesialisasi Pasar

Perusahaan berkonsentrasi untuk melayani berbagai kebutuhan kelompok pelanggan tertentu

  1. Cakupan Ke Seluruh Pasar

Perusahaan berusaha melayani seluruh kelompok pelanggan dengan menyediakan semua produk yang mungkin mereka butuhkan. Perusahaan besar dapat mencakup seluruh pasar dengan dua cara umum, yaitu melalui pemasaran yang tidak terdiferensiasi atau pemasaran yang terdiferensiasi..

Mengelola Multisegmen

Cara terbaik untuk mengelola multi segmen adalah menugaskan manajemen segmen dengan wewenang dan tanggung jawab memadai untuk membangun bisnis segmen. Pada saat sama manejer segmen tidak harus begitu terfokus untuk menolak kerja sama dengan kelompok lain dalam perusahaan.

Biaya Pemasaran Terdiferensiasi

Pemasaran yang terdiferensiasi biasanya menciptakan lebih banyak menjual total daripada pemasaran yang tidak terdiferensiasi, namun ia juga meningkatkan biaya untuk berbisnis. Biaya-biaya berikut mungkin menjadi lebih tinggi.

  • Biaya Modifikasi Produk

Memodifikasi produk agar memenuhi kebutuhan segmen pasar yang berbeda, biasanya terdiri dari sejumlah biaya rekayasa atau peralatan khusus.

  • Biaya Manufaktur

Biasanya lebih mahal untuk memproduksi 10 unit barang dari 10 macam produk yang berbeda daripada 100 unit barang dari produk lain. Semakin lama waktu persiapan produksi dan semakin kecil volume produk maka semakin mahal produk, sebaliknya jika masing-masing model dijual dalam dalam volume yang memada, biaya waktu persiapan yang lebih tinggi tersebut mungkin menjadi cukup kecil per unit.

  • Biaya Administrasi

Perusahaan harus menyusun rencana pemasaran yang terpisah untuk setiap segmen pasar. Hal itu membutuhkan tamabahan riset pemasaran, ramalan, analisis penjualan, promosi, perencanaan, dan manajemen saluran

  • Biaya persediaan

Akan lebih mahal untuk mengelola persediaan yang terdiri dari bebagai jenis produk

  • Biaya Promosi

Perusahaan harus menjangkau segmen pasar yang berbeda dengan program promosi yang berbeda

Pertimbangan Tambahan

Tiga pertimbangan lain yang harus diperhitungkan dalam mengevaluasi dan memilih segmen, antara lain

  1. Rencana Serangan Segmen Demi Segmen

Perusahaan dianggap bijaksana jika memasuki satu segmen pada waktu tertentu tanpa menyikapkan rencana ekspansi totalnya. Para pesaing tidak boleh tahu ke segmen ( Segmen-segmen ) mana perusahaan akan bergerak selanjutnya.

  1. Pemutakhiran Skema Segmentasi

Analisis segmentasi pasar dilakukan secara berkala karena segmennya beruba. Pada suatu saat.

  1. Pemilihan Etika Atas Pasar Sasaran

Pembidikan pasar sasaran kadang-kadang menimbulkan pertentangan pendapat di masyarakat. Publik perihatin jika pemasaran berdaya kelompok yang rentang seperti anak-anak atau kelompok yang tidak mampu seperti penduduk miskin di tengah kota atau mempromosikan produk yang berpotensi mencelakaan


les privat surabaya, les privat surabaya, les privat surabaya, les privat surabaya, lbb privat surabaya, lbb privat surabaya, lbb privat surabaya, lbb privat surabaya, lbb privat surabaya, les privat, les privat,les privat,les privat, lbb privat, lbb privat,lbb privat,lbb privat,lbb privat, guru privat, guru privat, guru privat, guru privat, guru privat surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *