gf1

 

banyak lulusan pendidikan formal yang kapabel, terampil, dan bermoral. Ia mempunyai kemampuan tertentu sebagai karya cipta yang di satu sisi mampu menghidupi dirinya sendiri, dan berguna juga untuk orang lain. Namun tipe manusia seperti itu juga bisa lahir dari hasil otodidak meski dengan jumlah yang tidak signifikan. Kenyataan, banyak orang yang tak beruntung meraih kesempatan belajar di sekolah formal hidupnya kacau, merusak diri sendiri dan orang lain.

Meski sekolah formal tidak bisa menjamin kesuksesan dalam hidup, setidaknya dengan bersekolah saat ini masih cukup layak sebagai instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa (meski belum sangat memuaskan).

Paling tidak, dengan belajar dan bersekolah, individu bisa memperoleh beberapa hal penting:

  • Pertama, penambahan pengetahuan sebagai dasar wawasan dan pengetahuan.
  • Kedua, memperoleh dasar-dasar berpikir yang logis, sistematis, dan metodologis, sehingga bisa membantu mengarahkan yang bersangkutan dalam menjalani hidup.
  • Ketiga, secara sosiologis, individu dihadapkan pada interaksi sosial di mana bisa belajar akan persamaan dan perbedaan, konsensus dalam konflik, permisif dan filtering, dan sebagainya.
  • Keempat, bagaimana pun dalam format pergeseran masyarakat dari yang bersifat agraris ke industri, belum menghargai individu berdasarkan karyanya, kapabilitasnya, kredibilitasnya, dan sejenisnya. Masyarakat masih mempertimbangkan aspek-aspek atribut simbolik seperti latar belakang pendidikan formalnya.

Sukses tidaknya seseorang tergantung pada proses kreatif yang dilaluinya. Jadi, tetaplah bersekolah tetapi harus kreatif.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *