TEORI KLASIK DAN NEO-KLASIK

ekonomi-kerakyatan
Teori Klasik

Teori Klasik dalam ilmu ekonomi adalah teori yang berkembang sejak awal perkembangan ilmu ekonomi pada awal abad ke-18. Teori Klasik bertumpu pada dua landasan utama, yaitu hukum pasar Say dan teori kuantitas uang.

Dua asumsi dasar yang melandasi berlakunya teori Klasik adalah anggapan tentang adanya fleksibilitas harga yang mampu menanggapi semua perubahan yang terjadi dalam ekonomi nasional secara otomatis. Dan anggapan tentang keadaan perekonomian yang selalu ada dalam keadaan kesempatan kerja penuh.

Teori Klasik berpendapat bahwa perubahan yang terjadi dalam sektor moneter hanya mempengaruhi variabel moneter (nominal) saja, sedangkan perubahan yang terjadi dalam sektor riil hanya mempengaruhi variabel-variabel riil saja. Dengan kata lain antara sektor moneter dan sektor riil adalah terpisah, jadi bersifat dikotomi.

Teori Neo-Klasik

Teori Klasik walaupun banyak kelemahannya dan telah menghadapi kecaman yang bertubi-tubi dari Keynes dan pengikutnya, sebagai suatu teori, teori Klasik tidak menjadi mati dan dewasa ini teori Klasik mulai hidup kembali dengan pelopor Milton Friedman dan kelompoknya dari Universitas Chicago. Oleh karena itu, teori Klasik pula dipelajari agar perkembangan yang kemudian terjadi dapat dikaji lebih baik.

Teori Klasik yang mula-mula berasal dari ekonom pada awal abad 18 banyak mendapat penyempurnaan-penyempurnaan dari ekonom-ekonom kemudian yang dikenal sebagai golongan Neo-Klasik. Penyempurnaan itu, antara lain dilakukan oleh kelompok Cambridge di Inggris mengenai teori kuantitas uang yang mencoba memasukkan ke dalam teori itu peranan aktiva pada permintaan uang walaupun belum sepenuhnya berhasil dirumuskan ke dalam model.

Penyempurnaan lain datang dari Wicksell yang memasuki pasar modal dalam model Klasik yang asli. Dengan masuknya pasar modal dalam model Klasik, mekanisme yang menggambarkan perubahan harga secara proporsional karena perubahan jumlah uang beredar menjadi lebih canggih karena perubahan itu terjadi melalui perubahan suku bunga yang ditentukan dalam pasar modal.

Teori Klasik menganggap bahwa ekonomi nasional dapat dipisahkan menjadi sektor riil dan sektor moneter. Perubahan pada variabel-variabel dalam sektor riil dapat mempengaruhi tidak saja sektor riil, tetapi juga sektor moneter sebaliknya, perubahan pada variabel dalam sektor moneter tidak dapat mempengaruhi sektor riil. Kondisi itu disebut kondisi dikotomi dan uang bersifat netral. Dalam model Klasik (Neo-Klasik) yang lengkap variabel-variabel yang digunakan dalam pasar-pasar makro menjadi lebih banyak, tetapi esensinya tetap tidak berubah.


TEORI KEYNESIAN DAN NEO-KEYNESIAN

uang
Teori Keynesian

Teori Keynesian sebagaimana ditafsirkan oleh Hicks dan Hansen dan penyempurnaan mula-mula berasal dari tulisan Keynes dalam bukunya The General Theory.

Perbedaan pokok antara teori Keynesian dan teori Klasik apabila dijabarkan dalam struktur pasar yang disederhanakan terdiri dari (a) terdapatnya ilusi uang pada pasar tenaga kerja yang tidak terdapat pada model Klasik, (b) dipisahkannya pelaku dan motivasi pelaku antara tabungan dan investasi dan sifat fungsi investasi, (c) dikembangkannya permintaan uang untuk spekulasi, (d) tidak ada lagi dikotomi dalam teori Keynesian, (e) keadaan kesempatan kerja penuh merupakan kondisi khusus bukan kondisi yang normal, (f) fleksibilitas harga, khususnya gerakan harga ke bawah, tidak selalu dapat terjadi.

Teori permintaan uang Keynes telah banyak mendapat penyempurnaan, khususnya oleh Baumol dalam permintaan uang untuk transaksi dan oleh Tobin dalam permintaan uang untuk spekulasi.

Pengaruh Perubahan Variabel Tertentu

Proses penyesuaian kembali keseimbangan ekonomi apabila salah satu variabel berubah (nilainya) memberikan hasil yang berlainan apabila asumsi yang digunakan berlainan. Hal itu terlihat jelas pada proses penyesuaian menurut golongan Klasik/Neo-Klasik dan golongan Keynesian/Neo-Keynesian.

Perubahan variabel dapat berupa perubahan variabel moneter dan perubahan variabel riil yang membawa akibat yang berbeda sebagai akibat adanya dikotomi pada teori Klasik/Neo-Klasik serta berbagai asumsinya tentang keluwesan harga dan kesempatan kerja penuh dengan teori Keynesian/Neo-Keynesian dengan pasar terpadu, adanya ilusi uang dan sebagainya.

Kritik pada teori Keynesian/Neo-Keynesian cukup banyak dan mendasar walaupun sampai sekarang rumah yang dibangun oleh Keynes masih berdiri teguh dengan perubahan warna maupun penyempurnaan di sana-sini. Kritik pada teori Keynesian/Neo-Keynesian dapat digolongkan. Sesuai golongan yang sekarang berkembang, yaitu golongan revolusioner, golongan evolusioner, dan golongan reaksioner (Menurut James Dean).


les privat surabaya,les privat surabaya,les privat surabaya,les privat surabaya,les privat surabaya,les privat surabaya,les privat surabaya,les privat surabaya,les privat surabaya
les privat,les privat,les privat,les privat,les privat,les privat,les privat,les privat,les privat,les privat,les privat,les privat,les privat,les privat,les privat,les privat,les privat
guru privat surabaya,guru privat surabaya,guru privat surabaya,guru privat surabaya,guru privat surabaya,guru privat surabaya,guru privat surabaya,guru privat surabaya,guru privat surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *