Tentu semua orang tua ingin mengetahui perkembangan anaknya di sekolah, tak terkecuali Anda yang memiliki anak-anak usia dini. Menjalin komunikasi yang baik dengan guru anak di sekolah, menurut sebuah penelitian yang dilansir www.pbs.org, akan memberi dampak positif pada keberhasilan si kecil. Anak-anak cenderung lebih mempercayai guru yang juga disukai orang tuanya.

Memang tidak semudah membalik telapak tangan, karena faktanya ada beberapa guru yang memuji si kecil, ada pula yang kurang memahami karakternya sehingga membuat kita merasa kurang menyukai guru yang bersangkutan. Apapun situasinya, Anda tetap disarankan untuk menjalin komunikasi yang sehat dengan guru si kecil demi mengetahui perkembangan sosial dan pencapaiannya di sekolah. Karena, lingkungan sekolah dan keluarga sama-sama berperan penting bagi kehidupan anak.

Nah kali ini Les Privat Sidoarjo akan membahasnya, berikut ini strategi yang bisa di lakukan untuk membangun hubungan positif dengan guru si kecil:

1. Barter informasi

Berbagilah informasi tentang anak yang mungkin dapat membantu gurunya untuk lebih memahami karakter dan perilaku anak Anda. Tidak perlu terlalu detail menceritakan masalah keluarga jika memang ada, cukup sampaikan hal-hal umum tapi penting untuk diketahui guru agar tidak menyinggung perasaan si kecil.

Kalau si kecil tergolong sangat aktif, kita bisa berbagi dengan guru untuk menemukan solusi yang tepat menangani perilaku si kecil. Diskusikan dengan baik serta tanyakan juga apa yang bisa kita bantu untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan si kecil di sekolah.

2. Biarkan anak bersahabat dengan gurunya

Untuk anak-anak di usia dini, kedekatan dengan guru favorit (setelah kedekatan dengan orang tua tentunya) bisa sangat mempengaruhi dunia masa kecilnya. Kita bisa bertukar informasi dengan guru favorit si kecil ini untuk mengetahui perkembangan belajarnya.

3. Stop memuji anak secara berlebihan

Orang tua mana yang tidak bangga kalau anaknya pintar? Tetapi Anda tidak perlu menceritakan kehebatan atau kelebihan si kecil pada gurunya, karena ini bisa jadi akan membuat guru merasa kurang percaya diri. Cukup sampaikan dengan sederhana ketika guru menanyakan hobi atau kegiatan si kecil di rumah.

4. Berpartisipasi dalam kegiatan sekolah

Jadilah orang tua yang cukup aktif mengikuti pertemuan di sekolah. Ini merupakan kesempatan Anda untuk mengenal lebih jauh lingkungan tempat si kecil belajar. Bahkan mungkin kita bisa saling berbagi dengan beberapa orang tua teman si kecil. Terutama jika Anda tidak menemani atau menunggu si kecil di sekolah, kita bisa menggali banyak informasi tentang sekolah dari orang tua lainnya. Dan sesekali luangkan waktu untuk menemani si kecil melakukan kegiatan-kegiatan di luar sekolah, misalnya outbound atau field trip.

Oleh : Puteri Krisnasekar

 

Sumber: Vemale.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *