lbb privat surabaya

Fakta

Ada sistem motivasi seperti tunjangan kesejahteraan,tunjangan kegiatan tambahan,tunjangan anak,dll.

Fakta: penghasilan pegawai golongan III/c ini:

Gaji Pokok : Rp 2.066.600 @bulan
Tunjangan Kehadiran : Rp 240.000 @bulan
Tunjangan Kegiatan Tambahan : Rp 5.400.000 @bulan
Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara : Rp 3.800.000 @bulan
Tunjangan Kegiatan Tambahan (TKT) Account Representative : Rp 5.600.000

–  @bulan

TUNJANGAN
Tunjangan istri : 10 % dari gaji pokok
Tunjangan anak : setiap anak (maksimal 2) mendapat 2% dari gaji pokok

LAINNYA :
UANG MAKAN : Rp 27.000 (dibayar perbulan menurut daftar kehadiran)
UANG LEMBUR : Rp 17.000 UANG MAKAN LEMBUR : Rp 27.000
[1]

Adanya diklat2 dan training ketenagakerjaan seperti diklat dpesialisaasi administrasi perpajakan,diklat teknis pelayanan,diklat IT,dll

Kritik dan kelemahannya

–   Sistem motivasi:tunjangan-tunjangan (jamsostek,tunjangan anak,tunjangan kesejahteraan, dll)adanya sistem kenaikan gaji dan pangkat, serta gaji diatas UMR.adanya diklat tentang belanegara, traning perpajakan dan traning sistem baru,diklat spesialisasi administrasi perpajakan,dsb.

Sistem motivasi tersebut justru berlebihan dan malah menciptakan budaya matrealisme,karena segala sesuatu diukur dengan materi da uang,padahal secara tingkat kelayakan taraf hidup pegawai dengan hanya menerima gaji UMR dan tunjangan jamsostek hal inisudah cukup memenuhi kebutuhan hidup pegawai secara layak dan bahkan lebih, sehingga bisa digunakan untuk simpanan tabugan.biarpun sistem motivasi ini tepat karena yang menjadi tujuan pegawai adalah materi,tetapi jika berlebihan maka akan memperparah budaya matrealis di pribadi pegawai,pegawai tidak mau kerja keras tanpa adanya imbalan/upah yang tinggi.hal ini akan berpengaruh pada kualitas kinerja pegawai.dan membuat pribaadi pegawai menjadi malas-malasan, prestisius.dan kenaikan giji serta pangkat hanya berlandaskan masa kerja /masa pengabdian bukan bertitik tekan pada kualitas kinerja.

Faktanya pelaksanaan diklat memang berupa skil khusus untuk pengembangan diri dalam meningkatkan kualitas pegawai tetapi dalam pelaksanaan kerja pegawai nyatanya tidak banyak beubah,karena yang bermasalah bukan hanya pada skil,melainkan subtansinya adalah masalah moral,serta pelaksaaan diklat hanya berupa pelatihan,secara sifat kurang tegas sebagai pembelajaran peningkatan kualitas kinerja dan etos kerja pegawai.

Perbaikan Sistem

–    seharusnya sistem motivasi yang berupa kenaikan gaji dan kenaikan pangkat harus berpijak pada kualifikasi yang lebih detail yaitu berpijak pada kualitas kinerja pegawai,kredibilitasnya dalam menanani      job dan tanggung  jawabnya, serta dari hasil yang ditargetkan track teroctnya baik dan etos kerjanya juga mendukung sesuai jabatan yang direkomendasikan, sehingga akan memotivasi pegawai untuk meningkatkan kualitas kinerjanya dan ini akan selaaras dengan visi/misi perusahaan.

Sistem motivasi juga bisa berupa penghargaan seperti piagam,lencana atau

–    yang selainnya dengan menunjukkan nilai prestisnya dan nilai kebanggaan bagi yag memperoleh.hal ini dapat dilaksanakan karena karakteristik secara universal PNS bersifat prestisius.

–    Serta sistem diklat atau peningkataan kualitas harus diperbaiki disisi kedisiplinan pegawai dalam menjalankannya,serta adanya kontrol pelaksanaan yang profesional.bisa dengan cara lebih tegas dalam menerapkan aturan yang ada.

–    Adanya sistem evaluasi kinerja pegawai yang dilakukan pihak eksternal (sifatnya tegas,berwibawa,ditakuti) secara berkala agar memberi efek disiplin dan profesional terhadap pegawai.

–    Dilakukan diklat berkenaan dengan etos kerja dan anti korupsi sebagai pembelajaran dan sosialisasi sanksi dengan show of force bagi yang melakukan pelanggaaran yaitu sanksi yang membuat efek jera bagi pegawai,seperti pemotongan gaji,mutasi pemiskinan.

–    Membuat SOP yang bersifat tegas dan memaksa/mengikat serta terikat dengan aturan hukum bagi pelanggar,agar pegawai bekerja profesional,disiplin dan penuh tanggung jawab.

Dilakukan diklat skill susuai idang pekerjaan yang ada.

Apel pagi dilakukan sebagai pengikat solidaritas dan digunakan sebagai media propaganda anti korupsi,serta ketika ada pegawai yang mampu menjadi teladan di beri penghargaan atas prestasinya saat apel tersebut.

les privat surabaya,les privat surabaya, les privat surabaya, les privat surabaya

lbb privat surabaya, lbb privat surabaya, lbb privat surabaya, lbb privat surabaya

les privat,les privat,les privat,les privat

guru privat surabaya, guru privat surabaya, guru privat surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *