Menciptakan sistem itu tidak lah mudah. oleh karena itu pendidikan Strata itu ada (Sarjana). itu hakekat keahlian Sarjana , menciptakan problem solving yang substansial dna pencipta sistem pemeahan masalah. dan itu bukan hanya di bangku kuliah saja untuk pengaplikasian nya, melainkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemecahan berdasarkan runtutan yang logis dan mengarah pada tujuan. Bukan hanya saat ih mengutamakan nilai tugas dari dosen atau saat ujian seperti UAS atau UTS saja, melainkan permasalahan sehari-hari yang menjadi indikasi kita telah terampil atau tidak. Kebanyakan lebih mengutamakan nilai bagus, namun pemecahan kehidupan sehari-hari sangat pragmatis , tidak berfikir untuk jangka panjang, tidak ada perhitungan untuk baik buruknya, namun hanya didasarkan pada perasaan. Tidak menggunakan pikiran, dan hanya mengandalkan insting dan hawa nafsu. itu cermin pendidikan yang sering kita jumpai. Lihatlah .. bagaimana teman-teman kita dalam memecahkan persoalan sehari-hari, atau mungkin lihatlah kepada diri kita sendiri. Apakah sudah berdasarkan pertimbangan yang matang (baik-buruk, benae-salah) ? Padahal kita telah diajari metode berfikir ilmiah (segala sesuatu harus ada pertanggung jawaban nya). Segala sesuatu pilihan harus ada alasannya, ini linier dengan kehidupan dan tingkat atau kualitas berpikir kita. Coba bayangkan jika dalam kehidupan sehari-hari tidak pernah digunakan pola berpikir ilmiah , mungkin tidak akan bisa peka dan terampil menghadapi suatu masalah. Itu hal yang utopis.

Contohnya : ketika kita sedang belajar sepeda motor, bayangkan jika kita hanya belajar selama kurun waktu seminggu saja, Mungkinkah kita bisa menggunakannya secara terampil? Jawaban nya adalah tidak mungkin. Kita harus sering belajar dan mengendarainya baru bisa dikatakan bisa berkendara. Budaya berpikir ilmiah harus ditubuhkan dan harus menjadi refleks dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana cara berfikir ilmiah itu ?

1. Ada latar belankang ( masalah)

2. Ada tujuan

3. Ada asumsi dasar atau landasan teori

4. Hipotesa

5. Instrumen

6. Pengmpulan data

7. Analisa

8. Kesimpulan

 Singkatnya adalah menggunakan dan menjawab 3 pertanyaan inti yaitu APA, MENGAPA, dan BAGAIMANA ?

Sahabat Les Privat Sidoarjo, Jika cara seperti ini sering kita terapkan , insya allah kita akan peka terhadap masalah. Menjadi sarjana yang terbuka, bukan sarjana yang tertutup dengan ide-ide baru atau tidak mau menerima pembaruan atau kebenaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *