hallo sahabat, nah khususnya ibu rumah tangga/orang tua harus ekstra cermat memilikah saus untuk anak-anaknya karena sekarang banyak penjual yang tidak memperdulikan kesehatan konsumen dengan seenaaknya menjual makanan dengan saus yang tidak higienis Les Privat Surabaya 

berikut yang harus diperhatikan :

Kadar kekentalan

Saus yang palsu ketika dituang akan sangat susah jatuhnya atau seret. Hal ini dikarenakan tekstur saus yang palsu cenderung lebih kental sehingga saus ketika dituang tidak keluar dengan lancar.

“Saus yang palsu lebih kental karena biasanya mereka (produsen) menggunakan campuran ubi atau pepaya. Ini yang membuat teksturnya lebih kental, ketika dituang keluarnya putus-putus, tidak lancar,” kata Chef Muto.

Sedangkan saus yang asli teksturnya lebih encer. Alhasil, ketika dituang akan langsung jatuh layaknya menuang minyak.

Berjamur

Saus yang asli, menurut Chef Muto justru akan lebih mudah berjamur hanya dalam tiga hari jika tidak disimpan dalam kulkas. Jamur lebih cepat muncul di bibir botol yang ada bekas saus sehabis dituang.

“Sementara yang palsu, mau berminggu-minggu disimpan di ruangan terbuka, tidak akan cepat keluar jamurnya karena memakai zat pengawet yang kuat,” ujar pria lulusan Fakultas Sastra Rusia dari Universitas Ankara di Turki ini.

Bawang putih

Cara paling baik untuk mengenali kualitas saus adalah dengan mencicipinya. Saus yang asli ketika dicicipi, selain rasa bahan utama apakah itu tomat atau cabai, rasa kuat lainnya adalah bawang putih.

“Kalau yang asli rasa bawang putihnya akan sangat kuat karena orang Indonesia suka rempah-rempah. Biasanya suka ditambah bawang putih dan jahe,” jelas Muto.

Sedangkan yang palsu, rasa dan aroma bawang putih hanya samar-samar.

Pakai air putih

Cara lain untuk mengecek keaslian saus, tambah Chef Muto, yaitu mencampurnya dengan air putih atau air bening. Saus yang palsu ketika dituang dalam air bening tidak akan cepat berbaur atau bercampur.

“Ini karena terlalu kental sehingga tidak mudah berbaur dengan air. Saus yang palsu kan umumnya menggunakan ubi sebagai campuran, nah ini karbohidrat atau tepung yang menjadi sulit bercampur dengan air,” jelasnya.

Sedangkan kalau yang asli, begitu dituang ke air putih akan cepat berbaur karena kadar karbohidratnya sebagai pengental sangat sedikit.

Kemasan dan merk

Konsumen harus benar-benar peka terhadap saus yang dibeli, dengan memperhatikan kemasan dan merk. Perhatikan informasi kesehatan yang tertera pada kemasan, apakah ada nomer register dari BPOM, Kementrian Kesehatan, atau MUI untuk kehalalannya. Chef Muto menyarankan lebih baik membeli saus yang sudah terkenal merk dan terbukti keasliannya.

“Mahal sedikit tidak apa-apa yang penting tidak merusak kesehatan. Beli yang sudah bermerk akan lebih aman, sekarang banyak kok saus bermerk yang dijual dalam ukuran kecil (saset),” tutup Chef Muto.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *