perkembanganTahapan Perkembangan Anak
Perkembangan anak adalah merupakan hal yang paling penting yang harus diperhatikan oleh orang tua. Karena proses tumbuh kembang anak akan sangat mempengaruhi kehidupan mereka di masa yang akan datang.
Apabila orangtua tidak memberikan perhatiannya maka anak pun akan tumbuh dengan seadanya sesuai dengan apa yang menghampiri mereka, kita sebagai orangtua pasti tidak mengharapkan hal yang seperti itu bukan? Oleh karena itu siang ini kami Les Privat Sidoarjo akan membahas tentang faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, diantaranya :

FAKTOR DALAM
Ras/etnik atau bangsa : Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Belanda, maka ia tidak memilki faktor herediter ras/bangsa Afrika atau sebaliknya.
Keluarga : Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh tinggi, pendek, gemuk atau kurus.
Umur : Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah masa prenatal, tahun pertama kehidupan dan masa remaja.
Jenis kelamin : Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat dari pada laki-laki.. Tetapi setelah melewati masa pubertas, pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat
Genetik : Adalah bawaan anak yaitu potensi anak yang akan menjadi ciri khasnya. Ada beberapa kelainan genetik yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti kerdil.
Kelainan kromosom : Kelainan kromosom umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhanseperti pada sindroma Down’s dan sindroma Turner’s.

FAKTOR LUAR

1. FAKTOR PRENATAL

Gizi : Nutrisi ibu hamil terutama dalam trisemester akhir kehamilan akan mempengaruhi pertumbuhan janin
Mekanis : Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kongenital seperti club foot
Toksi/zat kimia : Beberapa obat-obatan dapat menyebabkan kelainan kongenital. Radiasi Paparan radium dan sinar rontgen dapat kelainan pada janin seperti deformitas anggota gerak
Infeksi : Infeksi pada trimester pertama dan kedua oleh virus TORCH dapat menyebabkan kalainan pada janin, katarak, bisu tuli, retasdasi mental dam kelainan jantung.
Kelainan imunologi : Adanya perbedaan golongan darah antara janin dan ibu sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah janin, kemudian melalui plasenta masuk dalam peredaran darah janin dan akan menyebabkan hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan kerusakan jaringan otak
Psikologi ibu : Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakukan salah/kekerasan mental pada ibu hamil dan lain-lain

2. FAKTOR PERSALINAN Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia dapat menyebabkan keruskaan jaringan otak

3. FAKTOR PASCASALIN

Gizi : Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang adekuat
Penyakit kronis/kelainan congenital : Tuberkolosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani
Lingkukan fisis dan kimia : Lingkungan sebagai tempat anak hidup berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak. Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnnya sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu mempunya dampak yang negatif terhadap pertumbuhan anak.

4. PSIKOLOGIS Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan, akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan perkembangannya

5. SOSIO-EKONOMI Kemisikinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akan menghambat pertumbuhan anak.

6. LINGKUNGAN PENGASUHAN Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak

7. STIMULASI Pertumbuhan memerlukan rangsang/stimulasi khususnya dalam keluarga, misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak.

8. OBAT-OBATAN Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon pertumbuhan

anakMendidik Anak Cerdas
Anak adalah investasi masa depan, salah satu anugerah-Nya yang dapat kita banggakan jika berhasil mendidiknya dengan baik. Anak jugalah yang akan menjadi teman setia dimasa tua. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas orang tua untuk mempersiapkan putra-putrinya agar siap menghadapi tantangan zaman. Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang, anak-anak akan hidup di era yang berbeda dengan kita sekarang.

Mendidik Sejak Dini

• Kita memang tidak dapat mengendalikan pertumbuhan otak anak, namun kita dapat membantu mengoptimalkan perkembangannya.

• Riset menunjukkan bahwa perkembangan intelektual anak-anak sejak lahir hingga usia 3 tahun sama hebatnya dengan usia 4 tahun hingga 18 tahun. Maka itulah, usia 0-3 tahun sering disebut golden age. Pada usia 4 tahun, 50% kecerdasan otak anak sudah terbentuk.

• Rumah menjadi sekolah pertama bagi anak kita. Cara mendidik anak balita, kebiasaan-kebiasaan orang tua dan anggota keluarga lainnya berpengaruh terhadap kebiasaan anak di masa depan.

• Jika orang tua biasa menonton, anak juga akan senang menonton. Apabila orang tua senang membaca, anak-anak juga akan akrab dengan bahan bacaan. Bukan sembarang bacaan tentunya. Bacaan bermutu disertai dengan ilustrasi gambar yang menarik akan mempermudah anak menyerap pengetahuan dalam bacaan.

Cerdas dengan Membaca
• Membaca adalah salah satu cara mendidik anak balita yang positif. Sayangnya, tidak semua anak suka membaca. Padahal, membaca sangat penting untuk menambah pengetahuan dan pemahaman.
Cara mendidik anak balita agar suka membaca dapat dilakukan dengan memberi buku bacaan bergambar.

• Sejak usia tiga bulan, anak sudah memiliki kemampuan untuk membangun dan mengingat perbedaan pola-pola gambar yang rumit. Jadi, memberikan buku bacaan bergambar pada anak patut dicoba.

• Keberadaan gambar yang menarik juga membuka peluang bagi anak untuk membaca lewat gambarnya saja. Anak tidak begitu terbebani oleh tulisan yang panjang.

• Tokoh-tokoh yang unik dan tingkah laku yang kocak pada gambar, lambat laun akan mendorong anak mencari tahu lebih banyak lewat tulisan. Secara tidak sadar, anak akan mulai membaca keseluruhan isi buku.

• Kegiatan membaca akan semakin optimal apabila orang tua turut serta membaca. Orang tua dapat membahas dan menerangkan pada anak mengenai maksud gambar atau ilustrasi buku.

• Selain pengetahuan anak bertambah, membaca dapat menjalin komunikasi dan hubungan emosional antara orang tua dan anak.

• Komunikasi dan emosi yang erat antara anak dan orangtua kelak menjadi dasar bagi hubungan yang lebih harmonis di masa depan.

Sekian bahasan Les Privat Sidoarjo kali ini semoga bermanfaa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *