Tahun Ajaran 2017/2018 sudah dimulai. Pertanggal 17 Juli 2017 dari jenjang pendidikan SD, SMP, SMA maupun SMK sudah mulai masuk. Seperti biasa, awal merupakan hal yang cukup menegangkan untuk dilalui kebanyakan orang, baik siswa, guru, maupun orang tua siswa.

Kebanyakan siswa dihari pertama akan cenderung lebih berhati-hati, nervous, was-was terlebih siswa baru di jenjang pendidikan berbeda karena memasuki sekolah baru, teman baru yang bahkan kebanyakan belum dikenal, guru baru yang tidak semua baik (baca: ada yang killer), juga sistem sekolah yang baru, bisa jadi lebih ketat tentang jam pelajaran ataupun kompetisi meraih prestasi, dan lain sebagainya.

Tidak ketinggalan para orang tua siswa juga pasti ikut merasakan perasaan nervous, was-was, khawatir juga segala kerempongan dan kesibukan saat membantu menyiapkan kebutuhan Sang Buah Hati di hari pertama. Biasanya para orang tua juga ikut mengantarkan anak di hari pertama didepan pagar sekolah, banyak juga yang ikut masuk mencarikan kelas hingga bangku (baca: tempat duduk) atau bahkan stand-by menunggui Sang Buah Hati hingga selesai pelajaran kelas.

Kebanyakan orang tua memiliki kecemasan beberapa kali lipat lebih besar dibanding Sang Buah Hati yang menjalaninya sendiri. Hal ini biasanya dialami oleh para orang tua yang baru menyekolahkan anak pertama kali, kurang berpengalaman maupun orang tua yang memang memiliki perhatian tinggi terhadap pendidikan anak.

Berikut Kami memiliki tips persiapan untuk menghadapi Tahun Ajaran Baru agar Ortu sesuai porsi (baca: tidak kerepotan) dalam menangani sekolah Sang Buah Hati:

1. Latih Kemandirian Si Buah Hati

Melatih kemandirian anak sebelum mereka berangkat dan menghadapi hari pertamanya masuk sekolah adalah hal yang penting.

Hal ini dikarenakan, saat anak masuk sekolah mereka akan jauh dari orangtuanya, termasuk ibunya yang setiap hari selalu bersama dengan si anak.

Tentu anak harus belajar bagaimana melakukan sesuatu tanpa bantuan dari orangtua, seperti saat hendak kencing, mengenakan sepatu, memasukan buku kedalam tas dan masih banyak lagi.

Dengan demikian, pelajaran ini pun harus bisa dicontohkan pada si kecil saat mereka ada dirumah.

Ajarkan si anak untuk belajar bagaimana menggunakan toilet sendiri, mintalah mereka untuk memasukan peralatan sekolahnya dalam tas atau minta anak makan sendiri.

Dengan mengajarkan anak beberapa hal ini, perlahan namun pasti ini akan tertanam menjadi kebiasaan sehingga ketika di sekolah si anak tidak akan terus-menerus bergantung pada guru dan teman-temannya.

2. Ajarkan Si Buah Hati Rasa Tanggung Jawab
Untuk mengajari anak rasa tanggung jawab sederhana saja, misalkan ketika anak bermain dengan peralatan mainannya, maka mintalah ia untuk kembali merapihkan mainannya setelah ia selesai bermain.

Atau minta anak untuk kembali menutup kamar mandi setelah ia gunakan.

Dengan mengajarkan beberapa hal ini, anak akan dengan otomatis memiliki rasa tanggung jawab atas segala hal yang ia lakukan. Yang mana, hal ini penting mereka terapkan di sekolah.

Ketika anak-anak bermain dengan teman-temannya, anak akan lebih mudah untuk mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh ia lakukan.

Dan meskipun ia melakukan hal tersebut, maka si anak akan dapat bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan.

3. Kenalkan Anak Makna Sekolah
Saat anda meminta anak melakukan sesuatu, anak perlu tahu alasan mengapa mereka harus melakukan hal tersebut.

Dengan begini, si anak akan dapat menangkap makna dan maksud dari apa yang anda perintahkan, termasuk saat anda meminta mereka untuk bersekolah.

Beritahukan pada anak akan pentingnya sekolah, fungsi dari anak bersekolah dan apa tujuan dari sekolah itu. Hal ini tentunya, bisa dilakukan ketika anda bersama dengan anak memiliki waktu berdua.

Sampaikan hal ini dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Selain itu, buat anak mendengarkan dan tertarik dengan obrolan ini, agar makna dan tujuan anda bisa didapatkan oleh si anak dengan lebih baik.

4. Mengunjungi Sekolah Sebelumnya
Sebelum si anak benar-benar menghadapi hari pertamanya bersekolah. Akan lebih baik jika ibu membawa serta si buah mengunjungi sekolah.

Perlihatkan pada anak ruangan-ruangan sekolah dan tempat bermainnya. Hal ini akan memudahkan si anak untuk bisa terbiasa dengan lingkungannya yang baru.

Dalam hal ini, anda bisa membawa serta buah hati anda mengunjungi sekolahnya saat anda harus melakukan registrasi atau pendaftaran ke sekolah sembari memperkenalkan si buah hati dengan lingkungan belajarnya nanti.

5. Perkenalkan Anak Pada Calon Gurunya
Terkadang, sosok seorang guru bisa jadi sosok yang menyeramkan untuk si anak.

Hal ini biasanya mereka pelajari dari lingkungan teman-teman yang usianya lebih tua dari si anak, dimana teman-temannya tersebut sudah bersekolah dan seringkali menceritakan tentang sekolah dan bagaimana sikap guru yang galak.

Selain itu, umumnya adaptasi anak-anak dari tayangan televisi seolah membuat predikat seorang guru menjadi begitu buruk dibenak si anak.

Nah, untuk menepis segala ketakutan dan kecemaan ini dalam diri anak, maka tidak ada salahnya kenalkan si anak terlebih dahulu pada calon gurunya.

Ketika si anak melihat calon gurunya adalah sosok yang ramah, maka segala ketakutan tersebut bisa mereka hilangkan.

Anak-anak yang akan menghadapi hari pertama masuk sekolah seringkali membuat orang tua  merasa cemas. Selain itu, kecemasan yang sama pun akan mungkin dihadapi oleh si anak.

Untuk itu, atasi segala kecemasan ini dengan mempersiapkan mental dan fisik si anak dengan cara di atas. Semoga tips ini bermanfaat.

dikutip dari http://palembang.tribunnews.com/2017/07/10/persiapan-tahun-ajaran-baru-ini-dia-tips-agar-anak-lebih-siap-di-hari-pertama-masuk-sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *